Ketua DPR : Budi Gunawan sosok yang pas untuk jadi Kepala BIN.

BN, Jakarta – Presiden Joko Widodo resmi menunjuk Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara menggantikan Sutiyoso. Penunjukan ini secara resmi disampaikan melalui surat presiden ke DPR hari ini (2/9/2016).

Budi akan menjadi Kepala BIN kedua dari unsur kepolisian, setelah sebelumnya Jenderal (Purn) Sutanto menduduki jabatan ini pada periode 2009-2011.

Ketua DPR Ade Komarudin menilai Budi memiliki kapasitas memimpin lembaga telik sandi negara. Ia tak mempersoalkan latar belakang Budi yang berasal dari Kepolisian.

“Saya percaya beliau punya kapasitas. Kapasitas dia sudah teruji, terakhir sebagai Wakapolri,” kata Ade di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/9).

Budi tercatat memiliki rekam jejak panjang di Kepolisian. Dinilai sebagai salah satu perwira terbaik Polri, karier Budi terbilang lengkap. Sejumlah posisi pernah ia cicipi, mulai dari Kepala Satuan Lalu Lintas, Divisi Hukum dan Divisi Profesi dan Pengamanan.

Sebelum menduduki posisi Wakapolri, bekas Ajudan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri ini juga pernah menjadi Kapolda Bali dan Kepala Lembaga Pendidikan Polri.

Selain itu, Ade menilai penunjukan Budi juga tepat lantaran berasal dari kalangan profesional yang tidak berkaitan dengan unsur politik.

Hal ini berbanding terbalik dengan Sutiyoso yang menjabat sebagai Ketua Umum PKPI sebelum menduduki pucuk lembaga telik sandi. Meski Sutiyoso merupakan purnawirawan TNI bintang tiga, jabatan terakhirnya menempatkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu di kancah perpolitikan.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga memuji Budi yang pernah menjadi calon Kapolri tersebut. Menurutnya, Budi memiliki kompetensi yang cakap untuk menduduki orang nomor satu di intelijen.

Ia juga yakin kontroversi Budi yang mencuat ketika pencalonan Kapolri dua tahun silam sudah dipertimbangkan dengan matang dari Presiden.

“Saya kira sudah dituntaskan di tingkat presiden. Saya pikir presiden tidak mau ambil resiko tanpa bicara lebih dulu,” ujar Fahri.

Jabatan kepala BIN, menurutnya tidak melihat latarbelakang. Kepala BIN, kata Fahri, harus diisi orang kepercayaan presiden, karena akan menjadi agen untuk kepentingan presiden selain negara.

Hal itu pula yang menurutnya akan diisi Sutiyoso usai lengser dari Kepala BIN. Sebagai orang kepercayaan presiden dan salah satu pengusung saat Pemilu 2014, Sutiyoso akan mendapat tugas berikutnya dari Jokowi.

CATEGORIES
TAGS
Share This