MANUSIA BERADA DALAM KERUGIAN KECUALI ORANG-ORANG YANG MEMILIKI 4 SIFAT INI

MANUSIA BERADA DALAM KERUGIAN KECUALI ORANG-ORANG YANG MEMILIKI 4 SIFAT INI

Allah Ta’ala berfirman :

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“*Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran*

(QS. Al ‘Ashr, 1-3)

Allah telah bersumpah dengan masa, yakni waktu malam dan siang, yang merupakan ladang bagi hamba untuk berbuat dan beramal. Setiap manusia berada dalam kerugian. Kerugian adalah lawan kata dari keberuntungan.

Kerugian itu memiliki beberapa tingkatan yang berbeda. Ada bentuk kerugian mutlak, seperti kondisi seseorang yang merugi dunia dan akhirat. Ia kehilangan kenikmatan dunia dan akan mendapatkan adzab di neraka jahannam. Ada pula bentuk kerugian pada satu sisi saja. Oleh karena itu, Allah menyatakan bahwa semua manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang memiliki empat sifat:

1. Beriman terhadap perkara yang diperintahkan oleh Allah untuk diimani. Sedangkan iman tidak akan terwujud kecuali dengan ilmu. Karena, ilmu merupakan cabang dari keimanan; iman tidak akan sempurna kecuali jika dilandasi dengan ilmu.

2. Amal saleh, mencakup seluruh amal kebaikan, yang zhahir maupun yang batin, yang berkaitan dengan hak-hak Allah maupun hak-hak hamba, yang wajib maupun sunnah.

Amal saleh adalah perbuatan yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban agama. Di dalam amal saleh terdapat amal ibadah dan amal jariyah yang meliputi habluminallah dan habluminannas.

Amal ibadah adalah perbuatan yang merupakan pengabdian kepada Allah SWT yang merupakan hubungan manusia dengan Allah. Hubungan inilah yang disebut dengan istilah habluminallah.

Sedangkan, amal jariyah merupakan perbuatan baik untuk kepentingan masyarakat (umum) yang dilakukan tanpa pamrih. Hubungan yang disebut dengan habluminannas ini merupakan hubungan sesama manusia atau sesama makhluk Allah SWT.

3. Saling menasehati dalam kebenaran, yaitu iman dan amal shalih. Artinya, menasehati satu sama lain tentang iman dan amal shalih. Yakni saling menasehati tentang hal itu, memberikan dorongan untuk melakukan serta mencintai iman dan amal shalih tersebut.

4. Saling menasehati agar menetapi kesabaran dalam menaati Allah, menjauhi kemaksiatan, serta sabar dalam menerima ketentuan Allah yang tidak menyenangkan.

Dengan dua sifat yang pertama, maka manusia akan mampu menyempurnakan dirinya.
Sedangkan dengan dua sifat lainnya, maka ia akan mampu menyempurnakan orang lain.

Dengan menyandang keempat sifat ini, maka seseorang akan selamat dari kerugian dan akan mendapatkan keberuntungan yang besar.

(Tafsir Juz ‘Amma, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“*Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang*.”

(HR. Bukhari, no.5933)

Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma berkata:

“Apabila engkau berada di waktu sore janganlah menunggu (menunda beramal) di waktu pagi. Dan jika berada di waktu pagi, janganlah menunda (beramal) di waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.”

(HR. Bukhari, no.6416)

Khalid bin Ma’dan rahimahullah berkata:

“Apabila dibukakan sebuah pintu kebaikan bagi salah seorang di antara kalian, hendaknya dia bergegas melaksanakannya. Sebab, dia tidak tahu kapan pintu itu akan ditutup darinya.”

(Siyar A’lam an-Nubala, 4/540)

Wallahu A’lam

CATEGORIES
TAGS
Share This