Rekontruksi Perampokan Sadis Di SPBU Daan Mogot

JAKARTA – Direskrimum Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi perampokan sadis yang menewaskan nasabah Bank bernama Davidson Tantono.

Wakil Direskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiharto mengatakan ada 34 adegan di enam tempat kejadian perkara, mulai dari Bank kemudian traffic light SPBU kemudian di tol dan di apartemen tempat pelaku berdomisili.

Dari tujuh tersangka yang di amankan, empat pelaku yang dihadirkan untuk melakukan rekontruksi, mereka yaitu DTK, NFR, TP dan M. Dua pelaku SFL dan IR tewas ditembak petugas, karena melawan saat di tangkap.

Rekontruksi dimulai dari Bank BCA Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat, ketika Davidson mengambil uang senilai Rp350 juta dan dijadikan target korban oleh pelaku yang berperan sebagai mata-mata. Dan beberapa tersangka bergantian mengamati korban.

Setelah terpilih menjadi target, tersangka DTK sebagai mata-mata menghubungi SFL  untuk selanjutnya diinformasikan kepada TP alias TOP untuk melakukan penggembosan ban mobil korban menggunakan paku dari besi payung yang telah di modifikasi dan di tancapkan pada sandal dan ditaruh di bawah ban mobil korban saat berhenti di lampu merah.

Sehingga saat mobil di jalankan maka dengan seketika ban akan bocor, ada pelaku lain yang langsung berperan memberitahu korban, bahwa bannya bocor. Namun Davidson tidak menghentikan mobilnya dan mencari tempat ramai yang di anggap aman yakni SPBU 34-11712, Daan Mogot untuk tambal ban.

Davidson duduk di bangku depan sisi kiri kemudian menghadap keluar memperhatikan Adi petugas tambal ban sembari menelepon. Selesai menambal, tiba-tiba datang pelaku dari pintu sisi kemudian membuka pintu dan mengambil tas berisi uang Rp350 juta yang baru diambilnya.

Davidson berusaha mengejar pelaku namun di halangi tersangka lain yang berada di depan mobilnya, Davidson melawan dengan mendorong pelaku hingga tersungkur. Ia langsung menghampiri pelaku yang mengambil tasnya dan berusaha mempertahankan tas.

Sempat terjadi tarik menarik antara perampok dan korban, kemudian senjata api ditembakkan dalam jarak satu meter.

AKBP Didik Sugiharto menambahkan dalam rangkaian rekontruksi untuk melengkapi berkas penyidikan agar segera di serahkan ke jaksa untuk di sidangkan. Sementara itu masih ada tujuh pelaku yang masih buron. Namun identitas dan tempat persembunyiannya sudah di kantongi untuk itu kita meminta agar pelaku menyerahkan diri jika tidak ingin bernasib sama dengan dua rekannya yang tewas ditembak mati.

Semoga berkas ini cepat selesai dan lengkap. Pelaku lain sudah kami ketahui keberadaanya mudah-mudahan segera kami tangkap atau mereka menyerahkan diri.(Sri S)

CATEGORIES
TAGS
Share This